KLIK IKLAN DEMI KEPENTINGAN BERSAMA
Powered by Blogger.

Cara Menggunakan Remote Desktop Connection

Remote desktop merupakan salah aplikasi bawaan pada sistem operasi pada windows yang dimana aplikasi tersebut digunakan untuk mengendalikan desktop dengan menggunakan 2 unit PC/laptop yang telah terhubung dalam satu jaringan yang dimana ada yang menjadi pengendali dan ada yang dikendalikan.  Dengan demikian pengguna dapat dimudahkan untuk mengecek atau mengatur desktop lain tanpa harus bersentuhan langsung. Kesalahan konfigurasi pada remote desktop dapat menyebabkan tidak dapat mengakses atau mengendalikan user yang ingin di-remote.

Berikut Cara menggunakan Remote Desktop Connection :

1. Konfigurasi Remote Access
  • Komputer yang dikonfigurasi terlebih dahulu adalah komputer yang ingin di-remote (dikendalikan).
  • Ketahui terlebih dahulu alamat IP yang digunakan. Dalam hal ini, kami menggunakan alamat IP = 10.1.4.15 untuk komputer yang ingin di-remote.

  • Klik “start” kemudian klik kanan “Computer” dan pilih “Properties”.

  • Kemudian akan muncul Window Basic Information System pada sistem opersi.
  • Pilih “Advanced System Settings”, kemudian akn ditampilkan dialog System Properties.
  • Pilih tab Remote, centang  “Allow Remote Assistance connections” to this computer.
  • Pilih juga “Allow connections only from computers running Remote Desktop with
  • Network Level Authentication (more secure)” agar mencegah resiko keamanan jaringan. Dan klik OK.

2. Pembuatan User baru (optional dan sebagai user yang ingin dikendalikan)
  • Masuk ke Control Panel dengan cara klik start kemudian pilih Control Panel.
  • Pilih menu User Accounts  and Family Safety
  • Pilih menu User Accounts, kemudian  Manage another account.

  • Create a new Account, masukkan nama user baru, pilih tipe account. Dan berikan password. (Harus dan catatan bahwa semua user yang ingin diremote harus memiliki password akses).
    User account yang ingin di remote berhasil dibuat.

3. Proses Pengendalian (Remote)
  • Pindah ke komputer yang ingin mengendalikan (Peremote).
  • Pastikan konfigurasi jaringan telah tuhubung dengan baik dengan komputer yang ingin diremote. Dalam hal ini, komputer peremote menggunakan alamat IP 10.1.4.19.
  • Masuk ke aplikasi Remote Desktop Connection bawaan Windows 7 melalui Start kemudian All Programs dan pilih Remote Desktop Connection.
  • Kemudian akan muncul window Remote Desktop Connection.
  • Masukkan alamat IP yang ingin diremote pada tempat pengisian nama komputer.
  • Klik Option untuk mendapatkan menu konfigurasi yang lebih banyak.
  • Masukkan nama komputer dengan nama user yang ingin diremote pada tempat pengisian User name dengan format “Nama komputer/username”.
    Klik connect.
  • Akan muncul nama user name dari komputer yang ingin diremote, masukkan password user tersebut dan “OK”.
  • Akan muncul konfirmasi koneksi, pilih yes.
  • Dan akan mucul window dari user komputer yang diremote dengan title bar yang merupakan alamat IP dari komputer yang diremote tersebut.






Cara Berbagi Resource & Sharing Printer

Penggunaan sharing data  biasa digunakan  untuk mempermudah proses pemindahan data dari satu pc ke pc lainnya, dimana pc tersebut saling terhubung dengan kabel LAN dan sudah terkonfigurasi dengan benar. Bukan hanya pemindahan data, kegunaan lainnya juga yaitu dapat menggunakan printer dengan hanya menggunakan satu pc saja sebagai server yang telah terhubung dengan printer. Dan komputer lainnya bisa dapat menggunakan printer tersebut mekipun printer tidak terhubung dengan komputer itu sendiri. Penggunaan sharing data dengan menggunakan kabel LAN biasanya dipakai di perkantoran,  warnet, dan pekerjaan dibagian server.


Berikut langkah-langkahnya :

1.     Menegecek alamat IP pada suatu komputer
  • Pastikan konfigurasi jaringan lokal dari komputer kita telah baik.
  • Klik icon network pada taskbar, kemudian pilih “Open network and sharing center” . Bisa juga melalui Control Panel dengan mengklik pilihan “Network dan Internet”, kemudian “Network and sharing center”.

  • Kemudian akan muncul window konfigurasi Network. Klik jenis Connection yang digunakan. Dalam hal ini, saya menggunakan Local Area Connection dimana komputer menggunakan jaringan lokal berkabel (LAN).

  • Pada window Local Area Status, pilih details.

  • Kemudian akan muncul deskripsi network yang digunakan.
    Alamat IP suatu komputer dapat dilihan di deskripsi IPv4 Address. Dalam hal ini, komputer mendapatkan alamat IP otomatis melalui DHCP yaitu 10.1.4.22.
  • Kita juga dapat mengecek alamat IP seseorang melalui cmd.exe dengan perintah ipconfig. Alamat IP komputer kita akan terlihat pada baris IPv4 Address dibawah jenis adapter network yang digunakan.

  • Komputer yang tehubung pada jaringan yang sama akan memiliki alamat IP juga. Untuk tes koneksi, kita dapat menggunakan perintah “ping *alamat IP*” pada cmd.exe. Jika terdapat reply dari alamat IP yang dituju, maka koneksi dengan alamat IP komputer lain tersebut telah tehubung.



2. Mengambil sharing resource ke orang lain.
  • Pastikan koneksi dari komputer yang akan diberi resource stabil.
  • Masuk ke window Network Configuration tadi.
  • Pilih “Change advanced sharing settings”.
  • Ubah konfigurasi yaitu.

    -Turn on network discovery
    -Turn on file and printer sharing
    -Turn on sharing so anyone with network access can read and write files in the Public Folders.
    -Turn off passwordt protected sharing.
    Simpan konfigurasi.
  • Buka folder yang akan di sharing.

  • Klik kanan folder tersebut, dan pilih “sharing with” dan “spesific people.”

  • Kita akan diarahkan dialog file sharing.

  • Klik dropdown dan pilih Every One, kemudian add
    Kemudian klik share. Folder yang disharing  akan muncul di Drive Network dan Komputer User yang digunakan.

3. Mengambil resource dari orang lain.
  • Pastikan koneksi dari komputer ke komputer lain stabil.
  • Ubah konfigurasi network sharing settings sama seperti sharing resource.
  • Masuk ke Drive network.
     Pilh nama User Komputer yang ingin diambi datanya.
  • Akan muncul data yang telah dishare sebelumnya.

  • Copy file yang telah di share tesebut ke drive komputer kita agar data tersebut tetap dapat dibaca setelah koneksi diputuskan.


4. Berbagi resource (sharing) penggunaan printer kepada orang lain


  • Pastikan koneksi komputer ke komputer lain stabil.
  • Pastikan koneksi printer ke komputer kita telah tehubung dan siap digunakan.
  • Atur konfigurasi network sharing.
  • Klik start dan pilih Devices and Printers.
  • Klik kanan device printer yang digunakan kemudian pilih “printer properties”.
  • Akan muncul dialog properties.
  • Klik “Chage Sharing Option”, centang “Sharing this printer”, dan pilih OK.
  • Device printer akan muncul pada User Komputer pada drive Network.

5. Menggunakan printer
  • Siapkan satu PC yang nantinya digunakan sebagai server untuk printer dan sudah dipastikan pc tersebut siap untuk digunakan.
  • Lalu buka desktop pc anda untuk menghubungkan pc anda ke server, dengan tombol start lalu klik Devices and Printers.

  • Kemudian akan muncul window Devices and Printers, lalu klik Add a printer.

  • Pilih Add a network, wireless or Bluethooth printer

  • Kemudian pc akan otomatis terhubung ke server yang sudah terpasang dengan printer, namun jika driver printer belum terinstal sebelumnya maka akan di minta untuk menginstall terlebih dahulu untuk menggunakan printer tersebut, jika sudah lalu tekan Next.
    PC anda sudah terhubung dengan printer yang terdapat di PC sebagai server, printer siap untuk digunakan.






Cara Menginstal Linux Debian (Dual Boot dengan Windows)

               Penginstalan sistem operasi Linux Debian 6 memiliki langkah prosedur yang mudah namun harus teliti dalam konfigurasi untuk menghindari kesalahan sistem dan pemakaian setelah penginstalan sistem operasi itu sendiri. Linux Debian 6 biasanya digunakan untuk management jaringan (server). Debian 6 lebih populer digunakan dibanding sistem operasi jaringan yang lain disebabkan stabilitasnya yang tidak diragukan.


Berikut Langkah Penginstalan Linux Debian :


1. Nyalakan komputer anda dan masukkan Installer Disc pada CD-ROM.
 

2. Atur konfigurasi BIOS anda, yaitu boot priority agar booting dengan prioritas utama yang pertama adalah Disk Installer Debian 6. Save dan reboot komputer anda. (Penjelasan boot priority ada pada pratikum sebelumnya)


3. Setelah reboot, komputer akan membaca Disk Installer tersebut dan anda akan memasuki Installer Boot Menu.


4. Pilih Graphical Install untuk menjalan pemasangan Debian dalam GUI mode.


5. Setelah loading beberapa saat, pilih bahasa yang ingin digunakan dalam pemasangan. Klik Continue


6. Pilih lokasi anda saat ini, kemudian Continue.


7. Pilih keymap (jenis susunan keyboard yang digunakan), kemudian Continue.

8. Installer akan mengload data dari Disc Installer (memakan waktu sekitar beberapa menit tergantung spesifikasi komputer yang dipakai) dilanjutkan dengan konfigurasi DHCP (pengenalan IP otomatis).  Dalam hal ini, komputer yang dipakai tidak terhubung dengan jaringan manapun dan akan memunculkan kata “Network autoconfiguration failed” yang menunjukkan bahwa konfigurasi secara otomatis gagal dilakukan.

9. Pada “Configure the network”, pilih “Do not configure the network at this time”. Konfigurasi jaringan dapat dilakukan pada saat selesai pemasangan.

10. Masukkan nama host sesuai keinginan.

11. Masukkan password sebanyak dua kali untuk verifikasi pengguna. Password ini digunakan untuk administrator/root/superuser yang memiliki kekuasaan untuk mengubah konfigurasi sistem.

12. Masukkan nama user yang akan digunakan kemudian Continue.

13. Masukkan password untuk user kemudian Continue.

14. Pada “Configure the clock”, pilih zona waktu untuk pengaturan jam dan tanggal sistem. Kemudian Continue.

15. Pada “Partition disks”, pilih manual agar pembagian partisi sesuai dengan keinginan. Dalam hal ini, saya ingin hardisk terpasang dua sistem operasi yang berbeda. (Dual Boot).

16. Kita akan diarahkan pada susunan partisi yang sebelumnya terdapat pada hardisk. Pilih space hardisk yang kosong. Pada pembagian partisi ini, ada empat partisi yang harus ada dalam pemasangan linux yaitu swap, root, boot, dan home.

17. Partisi pertama yang dibuat adalah swap. Kemudian “create a new partition”. Atur partisi swap sebanyak dua kali dari ukuran RAM yang digunakan. Dalam hal ini kami menggunakan 2 GB RAM jadi partisi swap yang akan digunakan sebanyak 4 GB. Kemudian pilih Beginning agar alokasi partisi berada di paling depan. Pilih swap pada “How to use this partition”. Kemudian continue.

18. Partisi kedua adalah root. Sama seperti pembuatan partisi swap namun kita menggunakan sebanyak 20 GB dari free space hardisk. Pada “How to use this partition” kita menggunakan “Ext 3 journaling file system”. Kemudian mount pointnya root adalah “/” dan sisa konfigurasi nya default. Kemudian continue.

19. Partisi ketiga adalah boot. Pembuatan sama seperti partisi root namun menggunakan alokasi hardisk sebanyak 500 MB dan mountpoint “/boot”.

20. Partisi terakhir adalah home. Pembuatannya sama seperti partisi root. Menggakan sisa Free Space yang ada pada harddisk dan mountpoint “/home”.

21. Setelah selesai pilih “Done setting up the partition” dan pilih continue.

22. Kemudian kita akan diberi konfirmasi apakah pembagian partisi tersebut benar sebelum diformat. Pilih yes untuk melanjutkan dan Continue.

23. Installer akan menformat harddisk. Tunggu beberapa menit.

24. Kemudian Installer akan mengkonfirmasi apakah ingin menginstal paket melalui Disc yang berbeda. Apabila tidak, pilih No kemudian Continue.

25. Pilih “No” apabila tidak ingin berpartisipasi pada Survey pada “Configuring popularity contest”. Kemudian Continue.

26. Kita akan diarahkan pada daftar paket yang ingin diintall. Dalam hal ini kami hanya memasang “Graphical desktop environmet” yaitu pengoperasian berbasis GUI dan “Standard system utilities”. Pemasangan paket software yang lain dapat dipasang setelah Sistem Operasi dijalankan/

27. Kemudian pemasangan Sistem Operasi berjalan. Proses ini akan berjalan sekitar 20 menit tergantung spesifikasi komputer yang dipakai.

28. Dilanjutkan dengan pemasangan boot loader. Pilih yes untuk pemasangan.

29. Setelah beberapa saat, komputer akan reboot dan Debian siap dijalankan. Jagan lupa untuk mengembalikan konfigurasi BIOS tentang boot priority tadi.

30. Setelah reboot kita akan diarahkan ke bootloader dimana kita akan memilih sistem operasi yang ingin dijalankan pada hardisk. Pilih Debian (tanpa recovery mode).

31. Setelah masuk ke sistem operasi Debian. Masukkan password user.

32. Debian akan memunculkan desktopnya, dan sistem operasi tersebut dapat dipakai.