KLIK IKLAN DEMI KEPENTINGAN BERSAMA
Powered by Blogger.
Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Insecta

Ciri-ciri Insekta

Insekta memiliki beberapa ciri antara lain:
  1. Tubuh terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaput(kepala), toraks (dada), dan abodemen (perut). 
  2. Memiliki sepasang kaki pada setiap segmen toraks, sehingga jumlah kakinya tiga pasang dan berfungsi untuk berjalan .
  3. Kebanyakan insekta memiliki sayap pada segmen kedua dan segmen ketiga di daerah dada, pada jenis lain sayapnya tereduksi bahkan ada yang tidak memiliki sayap.
  4. Makanan insekta ada yang berupa sisa organisme lain, ada yang hidup sebagai parasit dalam tubuh (tumbuhan, hewan bahkan manusia), serta bersimbiosis dengan organisme lain.
  5. Alat pernapasan insekta berupa trakea.
  6. Alat ekresi berupa tubulus malpighi yang terletak melekat pada bagian posterior saluran pencernaan .
  7. Sistem sirkulasinya terbuka.
  8. Organ kelamin insekta berumah dua artinya insekta jantan dan insekta betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakhir dari abodemen .
  9. Fertilasi terjadi secara internal. 
  10. Insekta mengalami ekdisis pada tahap tertentu selama perkembangan hidupnya. 


Klasifikasi Insekta

Berdasarkan ada tidaknya sayap, insekta dikelompokkan menjadi dua sub kelas yaitu :

1. Insekta tidak bersayap, Insekta ini dikelompokkan dalam sub kelas Apterygota.
2. Insekta bersayap dikelompokkan dalam sub kelas Pterygota. 

  1. Sub kelas Apterygota
    Sub kelas Apterygota ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    • Tidak bersayap.
    • Tidak mengalami metamorfosis (ametabola).
    • Tipe mulutnya menggigit.
    • Batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas.
    • Antenanya panjang tidak beruas-ruas.
    • Contoh speciesnya yaitu kutu buku (Lepisma sacharina)
    • Kutu buku dapat merusak buku karena dapat mengeluarkan enzim selulase.
     
  2. Sub kelas Pterygota
    Sub kelas Pterygota ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    • Memiliki sayap.
    • Mengalami metamorfosis.
    • Tipe mulutnya bervariasi.
Berdasarkan asal tumbuhnya sayap sub kelas Pterygota dibedakan menjadi dua kelompok yaitu
  • Eksopterygota, adalah kelompok Insekta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh.Berdasarkan tipe sayap, tipe mulut, dan metamorfosisnya, eksopterygota dibedakan menjadi beberapa ordo yaitu ordo Isoptera, ordo Orthoptera, ordo Hemiptera, ordo Odonata.
     
  • Endopterygota, adalah kelompok Insekta yang sayapnya berasal dari tonjolan kearah dalam dinding tubuh. Berdasarkan tipe sayap, tipe mulut, dan metamorfosisnya, endoptrygota dibedakan menjadi beberapa ordo yaitu ordo Coleoptera, ordo Hymenoptera, ordo Diftera, ordo Lepidoptera, ordo Shiponaptera.

Sub Kelas Pterygota : Eksopyterygota

  1. Ordo Isoptera
    Isoptera berasal dari bahasa Latin iso = sama, pteron = sayap yang berarti Insekta bersayap sama.

    Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo Isoptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap tipis yang tipe dan ukurannya sama.
    • Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
    • Tipe mulut menggigit.
    • Cara hidupnya membentuk koloni dengan sistem pembagian tugas tertentu yang disebut polimorfisme. Pembagian tugas itu adalah raja, ratu dan prajurit atau tentara.
    • Contoh : Helanithermis sp. (rayap).

       
  2. Ordo Orthoptera
    Orthoptera berasal dari bahasa Latin orthop = lurus, pteron = sayap yang berarti Insekta bersayap lurus.

    Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo orthoptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap bagian depan lurus, lebih tebal, dan kaku (perkamen), sedangkan sayap belakang tipis seperti selaput.
    • Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
    • Tipe mulut menggigit.
    • Kaki paling belakang (kaki ketiga membesar).
    • Contoh : Kecoa (Periplaneta americana)
                             Jangkrik (Grillus sp.).
                             Belalang sembah (Tenodora sp.).


     
  3. Ordo Hemiptera

    Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan satu pasang seperti berkulit dan sayap belakang transparan.
    • Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
    • Tipe mulut menusuk dan menghisap.
    • Contoh : Kutu busuk (Cymex rotundus).
                     Walang sangit (Leptocorisa acuta).


       
  4. Ordo Odonata

    Ciri-ciri yang dimiliki oleh ordo homoptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap tipis seperti selaput.
    • Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
    • Tipe mulut menggigit.
    • Contoh : Capung (Aesha sp.)


       
Sub Kelas Pterygota : Endopterygota
  1. Ordo Coleoptera
    Coleoptera berasala dari bahasa Latin coleos = perisai, pteron = sayap, berarti insekta bersayap perisai.

    Ciri-ciri ordo Coleoptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Sayap depan tebal dan permukaan luarnya halus yang mengandung zat tanduk sehingga disebut elytra, sedangkan sayap belakang tipis seperti selaput.
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut menggigit
    • Contoh : Kumbang kelapa (Oycies rhinoceros), Kutu gabah (Rhyzoperta dominica)
  2. Ordo Hymenoptera

    Ciri-ciri ordo hymenoptera adalah :
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut menggigit dan ada yang kombinasi untuk menggigit dan menjilat.
    • Contoh : Lebah madu (Apis), tawon (Xylocopa latipes), semut hitam (Monomorium sp.)

     
  3. Ordo Diptera

    Ciri-ciri ordo diptera adalah :
    • Memiliki satu pasang sayap depan dan sayap belakang mengalami redukasi membentuk halter (alat keseimbangan).
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut menusuk dan menghisap serta menjilat.
    • Dan memiliki tubuh ramping.
    • Contoh : Nyamuk rumah (Culex pipiens), nyamuk malaria (Anopheles sp.), nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), lalat buah (Drosophila melanogaster), lalat tsetse (Glossina palpalis).
     
  4. Ordo Lepidoptera

    Ciri-ciri ordo Lepidoptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus.
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut pada tahap larva menggigit, sedangkan pada tahap dewasa menghisap.
    • Mata fasetnya besar.
    • Contoh : Kupu-kupu Swallowtail, kupu-kupu sutera (Bombyx mori), kupu-kupu elang     (Acherontia atropos).
       
  5. Ordo Shiponaptera

    Ciri-ciri ordo shiponaptera adalah :
    • Tidak memiliki sayap.
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut menusuk dan menghisap.
    • Kakinya pipih panjang dan digunakan untuk meloncat.
    • Contoh : Kutu manusia (Pulex irritans), kutu kucing (Stenossphalus felic).
       
  6. Ordo Dermaptera
    Ciri-ciri ordo dermaptera adalah :
    • Memiliki dua pasang sayap (satu pasang seperti berkulit, dan satu pasang bermembran), atau tidak bersayap.
    • Mengalami metamorfosis sempurna.
    • Tipe mulut menggigit.
      Contoh : Earwig 
     

 Peranan Insecta 
Insekta merupakan hewan yang jumlahnya sangat banyak, beraneka ragam jenisnya, dan meluas keberadaannya, sehungga akan mempengaruhi kehidupan manusia. Dari hal tersebut peran insekta dalam kehidupan manusia ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.

Peran insekta yang menguntungkan adalah :
  • kupu-kupu atau lalat dapat membantu mempercepat proses penyerbukan pada tanaman berbuah
  • Penghasil madu, yaitu lebah (Apis indica)
  • Penghasil bahan kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori).
Peran Insekta yang merugikan manusia adalah :
  • Vektor beberapa penyakit pada manusia, misalnya Plasmodium, penyebab penyakit demam berdarah. 
  • Menimbulkan gangguan pada manusia, misalnya kutu kepala (Pediculus capitis)
  • Sebagai hama tanaman pangan, misalnya wereng coklat (Nilaparvata lugens),walang sangit (Leptocorisa acuta)
  • Perusak gabah, oleh kutu gabah (Rhyzoperta doninica). 
  • Perusak produk berbahan baku alam, misalnya rayap (Helanithermis sp.),dapat menghancurkan kayu-kayu karena didalam ususnya terdapat Protozoa yang bersimbiosis yaitu Trichonympha yang menghasilkan enzim pengurai selulosa, dan kutu buku Lepisma sacharina).









Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata

Filum Echibodermata
Echinodermata (Hewan Berkulit Duri) adalah sebuah filum hewan laut yang meliputi bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Filum Echinodermata merupakan filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota apapun yang hidup di air tawar maupun di darat. Kelompok hewan echinodermata ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul pada masa Kambrium awal yang terdiri dari sekitar 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies lainnya yang sudah punah.



Ciri-ciri Echinodermata :
  • Tubuh tersusun atas tiga lapisan dan memiliki rongga tubuh (triploblastik selomata).
  • Bentuk tubuh simetri bilateral (larva) dan simetri radial (dewasa).
  • Kulit tubuh terbuat dan zat kitin sebagai rangka luar dan pada permukaan insang kulit terdapat duri.
  • Bergerak dengan kaki ambulakral atau kaki tabung, yaitu gerakannya terjadi dengan mengubah tekanan air yang diatur oleh sistem pembuluh air yang berkembang dari selom.
  • Sudah memiliki sistem pencernaan yang sempurna, kecuali bintang yang tidak memiliki anus.
  • Tidak memiliki sistem ekskresi.
  • Terdapat cincin saraf yang mengelilingi mulut sebagai sistem saraf dan memiliki lima cabang saraf radial pada masing-masing lengannya.
  • Sistem respirasi menggunakan kulit berupa tonjolan dinding selom tipis dan dilindungi oleh silia.
  • Semua jenisnya merupakan hewan laut.
  • Sistem perkembangbiakan terjadi secara kawin dengan proses fertilisasi (pembuahan) ekstemal.

Klasifikasi Echinodermata
  1. Asteroidea (bintang laut)
    Bentuk tubuh menyerupai bintang, bagian bawah disebut permukaan oral, yang memiliki mulut dan bagian atas disebut permukaan adoral. Pada permukaan tubuhnya terdapat duri pendek dan kaki tabung bertindak sebagai penyedot. Contoh: Asteria forbesi (bintang laut), Linkia laevigata (bintang laut biru), dan Pentaceros (bintang laut bertanduk).

  2. Ophiuroidea (bintang mengular)
    Tubuh memiliki lima lengan yang bergerak menyerupai ular. Ciri khas dari kelas ini adalah madreporit (lubang masuknya air) terletak di bagian bawah dan tidak memiliki kaki tabung. Ophiuroidea tidak memiliki anus, jadi sisa makanan dimuntahkan melalui mulut. Contoh: Ophiothrix.
     
  3. Crinoidea (lilia laut)
    Hidupnya menempel pada substrat yang ada di laut. Lengan berfungsi sebagai pemakan suspensi. Contoh: Antedon sp, Holopus sp.

  4. Echinoidea
    Hewan ini tidak memiliki lengan, namun memiliki lima baris kaki tabung. Bentuk tubuh bulat dan diliputi duri yang banyak. Contoh: bulu babi (Diadema) dan landak laut (Echinus).

  5. Holothuroidea (mentimun laut)
    Tidak memiliki duri dan memiliki lima baris kaki tabung. Contoh: teripang (Holothuria).


     Peran Echinodermata bagi Manusia
  • Makanan. Misalnya telur landak laut yang banyak dikonsumsi di jepang dan keripik timun laut yang banyak dijual di Siduarjo, Jawa Timur.
  • Bahan Penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal. Para ilmuwan biologi sering menggunakan gamet dan embrio landak laut.
        Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena bintang laut merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.








Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Echinodermata

Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda

Filum Arthropoda : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh

Filum Arthropoda : Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, Contoh - Arthropoda adalah hewan tak bertulang belakang yang memiliki tubuh beruas-ruas atau bersegmen dan kaki yang bersendi. Arthropoda berasal dari Bahasa Yunani, yaitu arthros (sendi atau ruas) dan podos (kaki). 

Ciri-ciri Filum Arthropoda antara lain :
  • Jumlah kaki mengalami modifikasi sesuai dengan kelasnya.
  • Memiliki rangka luar yang tersusun oleh kitin.
  • Tubuh simetri bilateral, bersegmen.
  • Memiliki perbedaan yang jelas antara caput, thorak, dan abdomen.
  • Beberapa bagian caput dapat bersatu.
  • Memiliki anggota gerak yang berpasangan dan juga bersegmen.

Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu Crustacea, Myriapoda, Arachnida, dan Insecta.
1. Kelas Crustacea
Ciri-ciri Kelas Crustacea antara lain :
  • Pada umumnya hidup di air laut, mulai dari pantai hingga di laut dalam. Namun, ada juga yang hidup di air tawar dan di darat terutama di tempat-tempat yang lembab.
  • Tubuhnya memiliki kepala yang menyatu dengan dada, disebut cephalothoraks.
  • Cephalothoraks memiliki 5 pasang kaki dan terdapat 2 pasang antenna di anterior.
  • Abdomen mempunyai segmentasi yang jelas dan terdapat telson pada ujungnya. Telson adalah suatu segmen terakhir tubuh Crustacea setelah abdomen, membentuk ekor kipas.  Ada yang menganggap bahwa telson adalah segmen terakhir dari tagma abdomen, tetapi ada pula yang menganggap bahwa telson bukan bagian dari tagma abdomen.
  • Alat geraknya mengalami modifikasi, sesuai dengan fungsinya.
Contoh hewan dari Kelas Crustacea adalah udang windu (Penaeus monodon), lobster (Panulirus humarus), dan kepiting bakau (Scylla cerata). 

2. Kelas Myriapoda
Ciri-ciri Kelas Myriapoda antara lain :
  • Semua anggotanya hidup di darat.
  • Tubuhnya terdiri dari caput (kepala) yang memiliki sepasang antena, sepasang mata, dan 2 atau 3 pasang rahang.
  • Badannya terbagi ke dalam ruas-ruas dengan ukuran yang relatif sama, masing-masing memiliki sepasang kaki.
Kelas Myriapoda dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu Diplopoda dan Chilopoda.
2.1. Subkelas Diplopoda
Subkelas Diplopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seribu (millipedes), karena memiliki jumlah kaki yang sangat banyak.
Ciri-ciri Subkelas Diplopoda antara lain :
  • Umumnya memiliki 30 pasang kaki atau lebih.
  • Tubuhnya bulat memanjang (silindir), beberapa segmen menyatu, pada setiap segmen terdapat 2 pasang kaki.
  • Hidupnya sebagai herbivora, banyak dijumpai di bawah serasah, bebatuan, atau di dalam tanah, dan selalu menghindar dari cahaya.
  • Gerakannya sangat lambat dan jika ada getaran, tubuhnya akan melingkar membentuk spiral atau bola.
  • Pada kepalanya terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa.
Contoh hewan dari Subkelas Diplopoda adalah Polyxenus sp., Sigmoria sp., dan luwing (Spirobolus sp.).
2.2. Subkelas Chilopoda
Subkelas Chilopoda adalah hewan dari Kelas Myriapoda yang sering disebut sebagai si kaki seratus (centipedes).
Ciri-ciri Subkelas Chilopoda antara lain :
  • Tubuhnya terdiri atas kepala (caput) dan badan (abdomen), berbentuk pipih dengan 15 pasang kaki atau lebih, dan beruas-ruas.
  • Tiap ruas badan terdapat satu pasang kaki.
  • Pada kepala terdapat 5 pasang antena yang panjang dan 2 pasang mata tunggal.
  • Mulut dilengkapi sepasang taring bisa, yaitu modifikasi alat gerak dari segmen tubuh yang pertama (kaki depan).
Contoh hewan dari Subkelas Chilopoda adalah kelabang atau lipan (Scolopendra sp.) dan Lithobius forficatus.
Lipan Scolopendra cingulata
Gambar 1. Lipan (Scolopendra cingulata)

3. Kelas Arachnida
Ciri-ciri Kelas Arachnida antara lain :
  • Tubuh terbagi atas kepala yang menyatu dengan dada (cephalothoraks) dan perut (abdomen).
  • Bagian abdomen terdiri dari beberapa segmen, kadang-kadang cephalothoraks dan abdomen menyatu.
  • Pada cephalotoraks terdapat sepasang cheli cera (alat gerak pertama), sepasang pedipalpus (alat gerak ke dua) yang berbentuk capit, dan 4 pasang kaki.
  • Arachnida tidak mempunyai antena.
Kelas Arachnida diklasifikasikan menjadi 3 ordo, yaitu Scorpionida (kalajengking), Araneida (laba-laba), dan Acarina (kutu tungau atau caplak).
3.1. Ordo Scorpionida
Ordo Scorpionida merupakan anggota Arthropoda darat yang paling tua. Ciri-ciri Ordo Scorpionida antara lain :
  • Memiliki pedipalpus yang berbentuk seperti catut yang besar.
  • Memiliki chelisera yang kecil.
  • Mempunyai sengat.
Contohnya Ordo Scorpionida adalah Scorpio sp.
3.2. Ordo Araneida
Ordo Araneida adalah anggota Arthropoda yang mampu membentuk sarang (jaring) dengan benang-benang sutera karena mempunyai spinneret. Spinneret adalah organ yang terdapat di depan anus. Araneida juga memiliki karapaks dibagian anterior.
Contohnya Ordo Araneida adalah Argyope sp.
3.3. Ordo Acarina
Ordo Acarina adalah anggota Arthropoda yang ukuran tubuhnya kecil dan tidak bersegmen-segmen, serta abdomennya bersatu dengan cephalothoraks. Contoh Ordo Acarina adalah caplak (Dermacentor sp.) (Gambar 2)
Caplak Dermacentor occidentalis
Gambar 2. Caplak (Dermacentor occidentalis)

4. Kelas Insecta
Kelas Insecta adalah hewan dari Filum Arthropoda yang sering kita sebut sebagai serangga. Ciri-ciri Kelas Insecta antara lain memiliki 3 pasang kaki, sehingga disebut juga heksapoda. Kelas Insecta merupakan kelas dengan keanekaragaman tertinggi di antara kelas-kelas yang lain. Penyebaran Insecta sangat luas, dari perairan hingga puncak gunung, dari khatulistiwa hingga ke kutub. Jumlah spesiesnya juga cukup banyak. Di dunia ini sedikitnya ditemukan 750.000 jenis yang dikelompokkan ke dalam 100 suku dan 26 ordo. Cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari hewan-hewan anggota kelas ini adalah Entomologi.
Kutu Buku Lepisma saccharina
Gambar 3. Kutu Buku (Lepisma saccharina)
Berdasarkan ada tidaknya sayap, Kelas Insecta dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu Subkelas Apterygota dan Subkelas Pterygota.

4.1. Subkelas Apterygota

Subkelas Apterygota adalah serangga yang tidak bersayap. Subkelas Apterygota terdiri atas 4 ordo yaitu Protura, Diplura, Collembola, Thysanura. Ordo-ordo tersebut merupakan kelompok serangga yang tidak mengalami metamorfosis (Ametabola), contohnya adalah kutu buku (Lepisma sp.). Perhatikan Gambar 3.

4.2. Subkelas Pterygota

Subkelas Pterygota adalah kelompok Insecta yang memiliki sayap. Kelompok bersayap ini bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan sifat- sifat tertentu.
Tipe-tipe mulut anggota Subkelas Pterygota
Gambar 4. Tipe-tipe mulut anggota Subkelas Pterygota
Berdasarkan tipe mulutnya, anggota Pterygota terbagi menjadi beberapa tipe (Gambar 4).
4.2.1. Tipe mulut penjilat
Contoh hewan tipe mulut penjilat adalah Ordo Diptera, misalnya lalat (Musca sp.).
4.2.2. Tipe mulut pengisap
Contoh hewan tipe mulut pengisap adalah Ordo Lepidoptera, misalnya Attacus sp.
4.2.3. Tipe mulut penggigit-pengisap
Contoh hewan tipe mulut penggigit-pengisap adalah Ordo Hymenoptera, misalnya lebah madu (Apis mellifera).
4.2.4. Tipe mulut penggigit-pengunyah
Contoh hewan tipe mulut penggigit-pengunyah adalah Ordo Orthoptera, misalnya belalang (Valanga sp.).
Tipe-tipe mulut tersebut merupakan penyesuaian dari fungsinya, yaitu berkaitan dengan jenis makanan yang mereka makan.
Berdasarkan proses metamorfosisnya, Pterygota dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu hemimetabola dan holometabola.
a. Hemimetabola
Hemimetabola adalah kelompok serangga bersayap yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Kelompok ini terdiri dari 14 ordo, di antaranya adalah Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Contoh Hemimetabola adalah belalang (Valanga sp.), capung merah (Crocotermis sp.), walang sangit (Leptocoriza sp.), dan tonggeret (Dundubia mannifera).
Proses metamorfosis tidak sempurna pada Ordo Hemiptera
Gambar 5. Proses metamorfosis tidak sempurna pada Ordo Hemiptera
b. Holometabola
Holometabola adalah kelompok serangga bersayap yang mengalami metamorfosis sempurna. Kelompok ini terdiri dari 9 ordo, seperti ordo Lepidoptera, Coleoptera, Diptera, dan Hymeroptera. Contoh Holometabola adalah undur-undur (Myrmeleon frontalis), kunan-kunang (Photinus sp.), kupu-kupu jeruk (Papilio memmon), dan lalat rumah (Musca domestica).

Proses metamorfosis sempurna pada Ordo Lepidoptera
Gambar 6. Proses metamorfosis sempurna pada Ordo Lepidoptera







Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda : Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Arthropoda :

Proses Pembentukan Mutiara secara alami


Secara Alami
 
Di alam, mutiara terbentuk akibat adanya irritant yang masuk ke dalam mantel kerang mutiara. Fenomena adanya irritant ini sering juga ditafsirkan dengan masuknya pasir atau benda padat ke dalam mantel kemudian benda ini pada akan terbungkus nacre sehingga jadilah mutiara. Terbentuknya mutiara alami terbagi atas dua bagian besar, terbentuk akibat irritant dan masuknya partikel padat dalam mantel moluska. Pada prinsipnya, mutiara terbentuk karena adanya bagian epithelium mantel yang masuk ke dalam rongga mantel tersebut. Bagian epithelium mantel ini bertugas mengeluarkan/mendeposisikan nacre pada bagian dalam cangkang kerang disamping membentuk keseluruhan cangkang.

Teory irritant mengungkapkan bahwa pada suatu saat bagian ujung mantel sang kerang dimakan oleh ikan, hal ini dimungkinkan karena kerang akan membuka cangkang dan menjulurkan bagian mantelnya untuk menyerap makanan. Saat mantelnya putus, bagian remah eptiheliumpun masuk ke dalam rongga mantel. Teory irritant juga mengungkapkan bahwa bisa saja mutiara terbentuk akibat masuknya cacing yang biasanya menempati moluska pada masa perkembangannya kemudian berpindah ke organisme lain.

Cacing ini merusak dan memasuki rongga mantel. Cacing ini tanpa sengaja membawa bagian epithelium yang ada di permukaan mantel bersamanya. Bila cacing mati dalam rongga mantel, maka cacing ini akan dibungkus oleh epithelium, membentuk kantung mutiara dan akhirnya terbentuklah mutiara. Kalaupun cacing itu bisa melepaskan diri, maka epithelium yang tinggal dalam rongga mantellah yang akan membentuk mutiara setelah sebelumnya membentuk kantung mutiara. Sementara teori yang kedua adalah masuknya partikel padat ke dalam rongga mantel.

Partikel padat bisa saja terperangkap di dalam tubuh kerang akibat dorongan air. Saat kerang ini tak bisa mengeluarkannya, partikel inipun bisa saja masuk ke rongga mantel. Saat dia masuk, epithelium juga ikut bersamanya. Epithelium ini akhirnya membungkus partikel padat sehingga terbentuklah kantung mutiara. Kantung mutiara ini akhirnya akan mendeposisikan nacre ke partikel padat tersebut. Namun demikian sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung teori masuknya pasir ke dalam mantel kerang mutiara walaupun teori ini dipahami sejak lama. Dari beberapa mutiara alami yang dibedah, menunjukkan bahwa bagian inti mutiaranya bukanlah partikel padat.

Ciri-ciri dan Klasifikasi Filum Mollusca

Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak. Jadi Filum Mollusca adalah kelompok hewan invretebrata yang memiliki tubuh lunak. Tubuh lunaknya itu dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Mollusca yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah siput. Siput merupakan salah satu Mollusca yang teramsuk ke dalam kelas gastropoda. yaitu berjalan dengan menggunakan perutnya.

 

Ciri-ciri Mollusca:

    - Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
    - Habitatnya di ait maupun darat
    - Merupakan hewan triploblastik selomata.
    - Struktur tubuhnya simetri bilateral.
    - Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
    - Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
    - Organ ekskresi berupa nefridia
    - Memiliki radula (lidah bergigi)
    - Hidup secara heterotrof
    - Reproduksi secara seksual

Ciri tubuh Mollusca
Molusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:

    Kaki
    Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuh yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian mollusca kaki telah termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.

    Massa Viseral
    Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalam massa viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Massa viseral dilindungi oleh mantel.

    Mantel
    Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantel membentuk suatu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan. Cairan tersebut adalah tempat lubang insang, lubang ekskresi dan anus.


Klasifikasi Mollusca
Berdasarkan bentuk, kedudukan kaki, cangkang, mantel, dan sistem syarafnya, Filum Mollusa terbagi menjadi lima kelas yaitu:


1. Polyplacophora



Polyplacophora merupakan satu dari lima kelas dalam filum mollusca. Polyplacophora memiliki bentuk bulat telur, pipih, dan simetri bilateral. Mulut terletak di bagian anterior tetapi tidak berkembang dengan baik. Sedangkan anusnya berada di bagian posterior. Polyplacophora tidak memiliki tentakel dan mata. contoh :Chiton sp.

2. Scapopoda

Hewan jenis ini pada umumnya bercangkang seperti kerucut atau tanduk. Di kedua ujung cangkang berlubang. Scapopoda biasa hidup di air. contoh: Dentalium vulgare


3. Gastropoda

 
    - Struktur tubuh bekicot terdiri satu rumah atau cangkang bekicot berbentuk

      kerucut terpilin (spiral)yang simetris bilateral ,
    - Bentuk tubuhnya sesuai dengan bentuk cangkok
    - Namun ada pula Gastropoda yang tidak memiliki cangkok, sehingga sering

      disebut siput telanjang (vaginula)
    - Di kepala siput terdapat sepasang tentakel panjang dan sepasang tentakel

      pendek.
    - Pada tentakel panjang, terdapat mata. Mata ini hanya berfungsi untuk

      membedakan gelap dan terang.
    - Bersifat hermafrodit, tidak melakukan fertilisasi sendiri,
    - Bernapas dengan paru-paru melalui lubang pada ruang mantel

      (apertura pulminalis)
    - Sistem pencernaan dimulai dari mulut–faring berotot–esofagus–

      tembolok tipis-lambung–usus halus berkelok-kelok–anus.
    - Hewan ini memiliki kelenjar ludah di kiri kanan tembolok dan sebuah

      hati yang terhubung dengan lambung yang terletak di bagian atas
      rumah bekicot.
    - Sebelum dikeluarkan, kotoran disaring oleh ginjal, kemudian dikeluarkan
      ke ruang mantel.

Contoh: Bekicot (Achatina fulica)

4.
Bivalvia (Pelecypoda)

 
     Kalau dibuat sayatan memanjang danmelintang, tubuh kerang akan tampak bagian-bagian sebagai berikut.

  • Paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya untuk melindungi seluruh tubuh kerang.
  • Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkus seluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air.
  • Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah.
  • Kaki pipih. Bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior.
  • di dalam rongga tubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredarn, dan alat ekskresi (ginjal).
 Contoh Bivalvia, antara lain :
   - Asaphis detlorata/remis,
   - Teredo navalis/kerang pengebor kayu,

   - Mytilus edulis/kerang hijau,
   - Meleagrina margaretifera/kerang mutiara.
   - Mytilus viridis/kerang hijau,
   - Anadara granosa /kerang darah
   - Tridagna gigas /kima


5. Cephalopoda 

  •  Kaki terdapat dikepala, tidak bercangkok (kecuali nautilus)
  • Bergerak lambat dengan tentakel, sirip, dan cepat dengan cara menyemprotkan air
  • Warna kulit berubah sesuail lingkungan (karena zat kromator pada kulitnya)
  • Alat kelamin terpisah
Contoh : Loligo indica (cumi), Octopus vulgaris (gurita), Sephia sp. (ikan sotong), nautilus


Peranan Mollusca dalam Kehidupan Manusia
Beberapa mollusca sangat berperan dan menimbulkan dampak yang menguntungkan ataupun bersifat merugikan bagi kehidupan manusia.
Mollusca Yang menguntungkan
  1. Cumi-cumi, siput, tiram, kerang dan sotong merupakan sumber protein hewani yang cukup tinggi selain enak rasanya
  2. Cangkang dari berbagai mollusca dijadikan bahan industry dan hiasan karen banyak yang berwarna sangat indah.
  3. Mutiara yaitu permata yang dihasilkan sejenis kerang dan merupakan komoditas ekspor non migas yang cukup penting terutama bagi Negara kita.
Mollusca yang merugikan
  1. Teredo navalis, merusak kerang-kerang piaran dan bangunan kapal
  2. Lymnea javanica sebagai inang perantara berbagai cacing fasciola hepatica
    Echinodermata dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.
       - Makanan.Misalnya telur landak laut yang banyak dikonsumsi di Jepang dan keripik timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo. Jawa Timur.
       -  Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal.Para ilmuwan biologi sering mengggunakan gamet dan embrio landak laut.
Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.











Siklus Hidup Ascaris Lumbricoides (Cacing Perut)

 Siklus Hidup


Siklus hidup parasit "Ascaris lumbricoides"
  1. Dimulai dari cacing dewasa yang bertelur dalam usus halus dan telurnya keluar melalui tinja lewat anus, sehingga tahap ini disebut juga dengan fase diagnosis, dimana telurnya mudah ditemukan. Kemudian telur yang keluar bersama tinja akan berkembang di tanah tempat tinja tadi dikeluarkan
  2. dan mengalami pematangan.
  3. Selanjutnya setelah telur matang disebut fase infektif, yaitu tahap dimana telur mudah tertelan
  4. Telur yang tertelan akan menetas di usus halus
  5. Setelah menetas, larva akan berpindah ke dinding usus halus dan dibawa oleh pembuluh getah bening serta aliran darah ke paru-paru 
  6. Di dalam paru-paru, larva masuk ke dalam kantung udara (alveoli), naik ke saluran pernafasan dan akhirnya tertelan 
  7. Di usus halus larva berubah menjadi cacing dewasa. Mulai dari telur matang yang tertelan sampai menjadi cacing dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan.









Kunci Jawaban Biologi Esis Kelas X Bab 10






Kunci Jawaban Kelas X
Bab 10
A.    Pilihan Ganda
       1.   B                        11.  B                               21.  A       
       2.   B                        12.  D                              22.  A       
       3.   C                        13.  A                              23.  D       
       4.   C                        14.  A                              24.  C        
       5.   A                        15.  C                              25.  B      
       6.   B                        16.  C                              26.  C
       7.   C                        17.  A                              27.  D
       8.   C                        18.  A                              28.  A
       9.   B                        19.  A                              29.  C
       10. E                        20.  D                              30.  A


 B.    Lengkapilah pernyataan di bawah ini.1.  -    Interaksi antara komunitas dan lingkungannya
     -    Ekologi

2.  -    Komponen yang terdiri dari makhluk hidup
     -    Komponen yang terdiri dari bukan makhluk hidup atau komponen tak hidup.

3.  -    Produsen
     -    Konsumen

4.  -    Predasi, kompetisi
     -    Hidup bersama antara dua spesies yang berbeda

5.  -    Ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan.

6.  -    Peristiwa makan dan dimakan
     -    Jaring-jaring makanan
     -    Energi kimia dan unsur hara

7.  -    Cahaya matahari
     -    Pemasukan dan penyimpanan energi dalam suatu ekosistem
     -    Produktivitas primer dan produktivitas sekunder

8.  -    Piramida ekologi
     -    Piramida energi, piramida biomassa dan piramida jumlah

9.       Daur biogeokimia

10.     -  Proses perkembangan suatu komunitas melalui tahap-tahap yang dapat diprediksi.
          -  Formasi suatu komunitas baru pada suatu daerah yang diawali oleh suatu daerah yang kosong atau                gundul.
          -  Pembentukan kembali suatu komunitas ke bentuk kondisi awal setelah daerah tersebut rusak.


 C.    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas.
  1. Komponen abiotik yang berperan dalam perbanyakan tumbuhan paku dengan spora: suhu, cahaya, air, dan kelembapan, kesemua komponen tersebut sangat mempengaruhi kemampuan spora-spora tersebut untuk tumbuh menjadi tanaman basa.
     
  2. Jumlah populasi akan tetap berkurang walaupun tidak ada kompetisi, sebab semua spesies pada tiap populasi tetap membutuhkan makanan untuk kelangsungan hidupnya.
     
  3. Manusia dapat memperoleh tanah yang gembur dan subur, kemudian tanah tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan tanaman.
     
  4. Tidak, interaksi kompetisi, kemungkinan disebabkan karena jumlah makanan yang semakin berkurang sehingga diperlukan adanya persaingan guna menjaga kelangsungan hidupnya.
     
  5. -  Predasi: kucing makan tikus
    -  Simbiosis mutualisme: kerbau dan burung pipit, lebah dan bunga
    -  Simbiosis komensalisme: anggrek yang menempel di pohon
    -  Simbiosis parasitisme: benalu yang hidup di pohon jambu, nyamuk yang menggigit manusia.
     
  6.        Bukan, sebab setiap makhluk hidup tinggal dengan makhluk hidup lainnya di suatu tempat yang memiliki ciri fisik dan kimia tertentu, makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan untuk kelangsungan hidupnya seperti makan, pertumbuhan, perkembangbiakan, dan perlindungan, interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya baik secara langsung maupun tidak langsung terjadi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan. Jadi jamur yang tumbuh pada roti bukan merupakan suatu ekosistem.
     
  7.        Ya,  Meningkatnya konsentrasi karbon dioksida di atmosfer sebagai akibat dari hutan hujan tropis yang ditebang. Padahal, tumbuhan di hutan hujan tropis tersebut berperan untuk menjaga kadar karbon dioksida supaya tetap seimbang antara kebutuhan dan pengeluaran. Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan jumlah karbon dioksida, sehingga dapat memicu munculnya efek rumah kaca.
     
  8. Sebab, lintah hanya mengambil keuntungan dari manusia dengan cara mengisap darah.  Manusia hanya dirugikan oleh lintah.  Sedangkan pada predasi, terjadi jenis interaksi makan dan dimakan.  Pada lintah, tidak terjadi jenis interaksi tersebut.
     
  9. Persamaan: memanfaatkan partikel atau bahan organik
    Perbedaan: Dekomposer berperan dalam menguraikan sisa-sisa organisme, dilakukan oleh bakteri dan jamur. Sedangkan detritivor memakan partikel-partikel organik atau detritus, dilakukan oleh cacing tanah, siput, keluwing, bintang laut, dan kutu kayu.
     
  10. a.  Piramida energi : makin ke puncak tingkat trofik makin sedikit produktivitasnya, atau energi yang tersimpan semakin sedikit. Piramida energi selalu berbentuk menyempit ke atas. Piramida energi menunjukkan rendahnya efisiensi ekolog.

    b.  Piramida biomassa : setiap tingkat trofik menunjukkan berat kering dari seluruh organisme di tingkat trofik tersebut pada suatu waktu. Piramida biomassa umum berbentuk menyempit dari dasar ke puncak karena perpindahan energi antara tingkat trofik sangat tidak efisien.

    c.  Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit ke atas. Jumlah individu pada setiap tingkat trofik digambarkan dalam piramida ini. Namun, dapat terjadi piramida terbalik latar sebagian terbalik, yiatu dasar piramida lebih kecil dari pada tingkat diatasnya.
     
  11. Siklus Oksigen
    Siklus Oksigen

  12. Sebab, didaerah pemotaan, jumlah karbon dioksida sangat berlebihan, sehingga diperlukan penghijauan guna mengatasi kadar karbon dioksida yang berlebihan tersebut
     
  13. Sebab, pada daerah yang mengalami penebangan dan pembakaran hutan secara luas, maka tidak ada yang dapat menyimpan air pada daerah tersebut. Akibat tidak ada resapan air tanah pada daerah tersebut, maka hanya sedikit bahkan tidak ada sama sekali air yang menguap dan terkandensasi untuk terjadinya hujan.
     
  14. Nitrogen dapat diserap oleh tumbuhan dalam bentuk amonia disebut amonifikasi. Amonia kemudian dirombah oleh bakteri nitrit Nitrosomanas dan Nitrosococcus menjadi ion nitrit,  Ion nitrit selanjutnya dirombak oleh nitrit Nitrobacter menjadi ion nitrat, Nitrogen dalam bentuk ion nitrat selain diserap oleh tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan nitrogennya, juga digunakan oleh bakteri tanah untuk memperoleh oksigen, proses penambahan ion nitrat oleh bakteri denitrifikasi menghasilkan notgren. Nitrogen yang dihasilkan akan kembali ke atmosfer.
     
  15. -    Suksesi primer adalah farmasi suatu komunitas baru pada suatu daerah yang diawali oleh suatu daerah yang kosong atau gundul
    -    Sutisesi sekunder merupakan pembentukan kembali suatu komunitas ke bentuk kondisi awal setelah daerah tersebut rusak
    -    Komunitas Klimak merupakan hasil akhir dari suksesi.

II.  Kinerja Ilmiah

1.  a.  Tujuan penelitian           : Mengetahui hubungan antara jumlah populasi burung pelikan dengan jumlah populasi ikan
     b.  Kesimpulan penelitian   : Jumlah populasi burung pelikan berbanding lurus dengan jumlah populasi ikan








Kunci Jawaban Biologi Esis Kelas X Bab 9


 Kunci Jawaban Kelas X

Bab 9

A.    Pilihan Ganda

       1.  D                        11.   C                         21.  A                  31. A
       2.  B                        12.   A                         22.  B                  32. D
       3.  D                        13.   D                         23.  A                  33. A
       4.  B                        14.   E                         24.  A                  34. A
       5.  C                        15.   B                         25.  B                  35. E
       6.  E                        16.   C                         26.  C
       7.  C                        17.   C                         27.  C
       8.  E                        18.   B                         28.  B
       9.  E                        19.   A                         29.  A
      10. B                        20.   D                        30.  B


B. Lengkapilah pernyataan di bawah ini.
  1. Kingdom hewan adalah kelompok hewan yang anggota-anggotanya memiliki ciri-ciri: dilihat dari inti selnya bersifat Eukariotik, selnya tidak memiliki Dinding sel dan klorofil, cara memperoleh makanan Heterotrof, jumlah selnya bersifat Multiseluler.
     
  2. Dilihat dari kompleksitas selnya dibedakan menjadi dua, yaitu Parazoa artinya Tubuhnya tidak memiliki jaringan dan Eumetazoa artinya Tubuhnya sudah membentuk jaringan, sedangkan jika dilihat dari simetri tubuhnya dibedakan menjadi dua, yaitu Simetri Radial artinya Tubuh memiliki tubuh dorsal (bagian atas) dan ventral (bagian bawah), tetapi tidak memiliki Tubuh anterior (bagian depan) dan posterior (bagian belakang) dan Simetri bilateral artinya Memiliki tubuh bagian dorsal dan ventral juga memiliki tubuh bagian anterior dan posterior.
     
  3. Dilihat dari perkembangan lapisan embrional selama perkembangan embrio, hewan dibedakan menjadi hewan diploblastik yang artinya Memiliki dua lapisan embrional dan hewan triploblastik yang artinya Memiliki tiga lapisan embrional . Hewan triploblastik mengalami perkembangan lebih lanjut sampai terbentuknya rongga tubuh. Dilihat dari rongga tubuh yang terbentuk, hewan dibedakan menjadi hewan Aselomata yang artinya Tidak memiliki rongga tubuh, hewan Pseudoselomata yang artinya Rongga tubuhnya hanya sebagian dibatasi mesoderm, dan hewan Selomata yang artinya Memiliki rongga tubuh sejati .
     
  4. Dengan dasar perkembangan kompleksitas sel, lapisan embrional dan rongga tubuh, simetri tubuh dan penyokong tubuhnya, hewan dibedakan menjadi Sembilan filum, yaitu Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
     
  5. Sedangkan dilihat dari perkembangan tulang belakangnya hewan dibedakan menjadi Vertebrata dan Invertebrata.

 C.    Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas.

1.     Sebab, hewan memiliki ciri lain selain multiseluler dan heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), yaitu eukariotik, tidak memiliki dinding sel dan klorofil.

2.     Ya, sebab pengelompokan tersebut membedakan hewan menjadi dua kelompok besar berdasarkan ada tidaknya tulang belakang.  Invertebrata sendiri, mencakup 95% dari seluruh jenis hewan, jadi dapat dikatakan pengklasifikasian tersebut sepadan.

3.  a.     Tubuhnya berpori seperti busa atau spons, struktur tubuhnya belum membentuk jaringan atau organ.
     b.  -    Gambar dari siswa
          -    Porifera hidup secara heterotrof, makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga Porifera disebut pemakan cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

4.  Tidak ada, capit tersebut berasal dari toraks.

5.  Berdasarkan ciri tubuh, cara hidup dan reproduksinya (Lihat Tabel berikut).
No
Karakteristik
Porifera
Coelenterata
Platyhelminthes
1.
Ciri tubuh
Asimetri, tubuh memiliki lubang kecil (ostium), belum membentuk jaringan
Simetri radial, bentuk medusa atau polip, diploblastik
Aselomata, simetri bilateral
2.
Cara hidup
heterotrof
heterotrof
Hidup bebas atau parasit
3.
Habitat
laut
Air tawar dan air laut
Air tawar, laut, dan tempat lembap, atau di tubuh inang
4.
Reproduksi
Seksual (pembentukan gamet) dan aseksual (pembentukan tunas dan gemmule)
Seksual (pembentukan gamet) dan aseksual (pembentukan tunas)
Seksual (penyatuan sperma dan ovum) dan aseksual (fragmentasi).
6.     Kista dapat bertahan hidup di lingkungan yang tidak menguntungkan.

7.     Dapat hidup pada dua jenis inang, yaitu inang utama dan inang perantara.

8.     Arthropoda memiliki kaki beruas, berbuku, dan bersegmen, memiliki ukuran tubuh yang kecil, memiliki kutikula yang keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton).


9. Lihat Tabel
No
Karakteristik
Arachnoidea
Crustacea
Insecta
Myriapoda
1.
Jumlah kaki
4 pasang
4 pasang kaki jalan
3 pasang
Berkaki banyak
2.
Pembagian tubuh
Sefalotoraks dan abdomen
Kaput dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks dan abdomen
Kaput, toraks, dan abdomen
Sulit dibedakan antara toraks dan abdomen


10.        Pada saat jumlahnya berlebihan dan merugikan bagi manusia.

11.        Alat gerak pada udang berupa lima pasang kaki renang (pleopod) yang terdapat pada bagian abdomen. Pada bagian ujung posterior tubuh udang terdapat telson dan sepasang alat kemudi untuk berenang (uropod). Sedangkan alat gerak pada nereid yang berfungsi sebagai alat gerak adalah struktur seperti dayung yang disebut parapodia pada setiap segmen tubuhnya.

12.        Metamorfosis dapat membantu kelangsungan hidup Arthropoda, sebab fase-fase dalam setiap siklus hidup tersebut memiliki predator yang berbeda-beda, sehingga dapat membantu kelangsungan hidupnya.

13.     a.  Insecta
         b.  Memiliki dua pasang sayap seperti jala
         c.  membantu proses penyerbukan

14.     Cara Cephalopoda melindungi diri dengan cara mengeluarkan cairan seperti tinta melalui anus yang terletak di kepala

15.     a.  Tubuh bersegmen
          b.    Kupu-kupu - insecta
                 Laba-laba - Arochnoiden
                 Udang - Crustaceae

16.


  • Gstropoda adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak (kkai) 
  • Pelecypoda yaitu kakinya berbentuk pipih seperti kapak. Pelecypoda juga disebut bivalvia karena memiliki dua buah cangkang pipih yang setangkup
  • Cepholopoda memiliki kaki di kepala

17.     -  Gambar struktur kaki tabung pada Echinodermata  (ambil gambar 257)
          Proses terjadinya gambar pada struktur tersebut adalah saluran radial tersebut bercabang ke samping dan berpasangan pada saluran radial terdapat juluran ke luar tubuh yang disebut kaki ambulakral. Kaki ambulakral berhubungan dengan semacam gelembung berotot yang disebut ampula. Saat ampula berkontraksi, air akan tertekan ke dalam kaki ambulakral sehingga kaki tersebut akan menjulur atau memanjang ke luar disepanjang celah pada bagian ventral tubuh. Bila kaki tersebut menempel pada suatu dasar, otot-otot langtudinal akan berkontraksi sehingga ari tertekan kembali ke dalam ampula dan kakinya memendek. Perpanjangan dan perpendekan kaki ambulakral mengakibatkan pergerakan tubuh.



18.    
No
Perbedaan
Invertebrata
Vertebrata
1.
2.
3.
Sistem rangka
Sistem peredaran darah
Sistem reproduksi
Tidak bertulang belakang
Hanya melida yang memiliki sistem peredaran darah (tertutup), Arthropoda memiliki sistem peredaran darah terbuka
Aseksual : pembentukan tunas dan jemmule, fragmentasi, partenogenesis,
Seksual : pembentukan sperma dan ovum
Memiliki tulang belakang
Sistem peredaran darah terbuka dan tertutup
Ovivar, vivipar, Oovivipar

19.     a.  Ikan hiu  - rangka tersusun dari tulang rawan, sirip, kulit ulet dan kasar bergerigi karena adanya sisik gelakoid
          b.  Ikan gurame  -  rangka tersusun dari tulang keras, sirip, kuilt dan karena sekresi muku
          c.  Cecak  -  memiliki kaki dan bertubuh panjang, kulit tidak bersisik, endoskeleton
          d.  Ayam  -  endoskeleton, memiliki bulu yang terbuat dari keratin, terbang
          e.  Kodok  -  kulit kodok tdak bersisik, kaki untuk melompat, endoskelebon

20.     a.  Mamalia
          b.  Memiliki kelenjar mamae dan melahirkan anaknya.


II.  Kinerja Ilmiah

1.  Tahapan.
  • Melakukan studi literatur, untuk mencari tahu insekta apa saja yang tergolong melakukan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna.
  • Memilih insekta yang menurut literatur mengalami metamorfosis sempurna dan yang tidak sempurna, untuk dijadikan hewan uji dan sebagai hipotesis awal.
  • menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan penelitian (misalnya alat untuk merangkap insekta yang diperlukan, bahan untuk menyiapkan sarang atau tempat hidup hewan uji, senter untuk pengamatan malam hari, kamera atau handycam untuk merekam proses yang diamati, buku catatan, dan sebagainya)
  • Merancang cara kerja dan metode pengamatan yang akan digunakan(misalnya dalam bentuk tabel pengamatan dan bagian cara kerja, menentukan variabel yang akan diukur)
  • Melaksanakan rancangan kerja yang telah dibuat
  • Melakukan analisis dan menarik kesimpulan dan hasil pengamatan, apakah sesuai dengan hipotesis yang dibuat

2.  Ciri yang perlu diamati untuk membuktikan hewan tersebut tergolong reptilia:
  • Tubuhnya terbungkus kulit yang berisisik. Pengamatan dapat dilakukan dengan menyentuh kulit hewan tersebut.
  • Melakukan fertilisasi internal pengamatan dapat dilakukan dengan mengamati proses perkawinan antara hewan yang jantan dengan yang betinanya.
  • Menghasilkan telur. Pengamatan dapat dilakukan dengan mengunakan hewan tersebut dengan lawan jenisnya dan diamati telur yang dihasilkan.
  • Bernafas dengan paru-paru serta memiliki jantung beruang empat, pengamatan dapat dilakukan dengan melakukan pembedaan mengamati organ-organ tersebut.